Sabtu, 01 Desember 2018

Pertama Kalinya

Akuilah, tidak masalah
Karena ini pertama kalinya bukan?
Semua orang juga mengalami untuk yang pertama kalinya bukan?

Karena ini kehidupan pertama yang kita jalani
Jangan takut salah
Jangan takut untuk sementara lemah
Semua ada porsinya
Ada saatnya untuk kuat
Dan ada saatnya untuk istirahat

Mengapa menyalahkan orang lain atau diri sendiri
Ini kehidupan pertama yang kita jalani
Tidak ada yang menjalaninya kedua kali
Bahkan teori reinkarnasi juga menghapus jejak hidup sebelumnya lalu memulai hidup yang baru

Salah, belajarlah
Pandai , berbagilah
Dicintai, bersyukurlah
Dibenci, kasihanilah

Karena ini kehidupan pertama yang kita jalani,
tidak ada yang lebih hebat
atau lebih payah
sisi seseorang yang dianggap demikian
membuat keseimbangan di sisi lainnya



Entahlah





-
Bogor, Indonesia
1 bulan menuju akhir tahun 2018

Jumat, 23 November 2018

Taman Bunga Nusantara

Bareng mereka, seketika lupa sama basa basi dunia (emang basa-basi dunia kayak gimana dah). Jalan ya jalan. Foto ya foto. Ninggalin gara2 keasikan foto ya ninggalin. -_-. Makan kejauhan ya ngomel-ngomel, tapi untungnya enak hehe. Keujanan ya keujanan(?). Ga mau minjemin jas ujan ya ga mau -_- (dipinjemin kok).

Dan yang terpenting, momen yang diciptakan. Ga perlu gosipin orang buat ketawa (minim informan kali), gak perlu cerita panjang buat mengerti. Ga  perlu bertanya ada apa, ga ada yang perlu menjelaskan kenapa, semua memahami (karena sejurusan juga kali ya) apa yang sedang masing-masing jalani.

Tapi ya, baru kali ini gue main ABC lima dasar, tiap puteran ganti aturan. Ganti nama negara aja, eh nama hewan, nama benda dong, nama........

Makasi banyak nih sobat se-per....

Se-perjurusan terlove love!
luv luvv kalo kata anak gaul

Tempat ini bagus masyaallah alhamdulillah

Kalian harus kesana (terutama yang kuliah di Bogor) setidaknya sekali seumur hidup. Tanamannya, jalur sirkulasinya, fasilitas lainnya terawat cukup baik. Udara yang sejuk dan cuaca yang bagus meski hujan turut menciptakan suasana yang tenang, damai, dan segar.

Modalnya?
Tiket masuk: 40K
Parkir motor: 10K
Bensin motor Pp Dramaga-Cipanas: 40K (Kira-kira)
Makan dan jajan: 20-50K lah ya

Iya, naik motor berangkat jam 9 pagi nyampe zuhur. Pulang sore, mampir rumah makan sate di Cianjur, habis itu mampir masjid At-Taawun, nyampe Dramaga jam 10 malam. Tadinya mau langsung ke Bandung dari makan sate, tapi untungnya kita engga se-random itu. Masih pake akal sehat, pulanglah ke Dramaga. Alhamdulillah lebih berasa happy-nya daripada encoknya :")
Kita semua tydaq kuat menyaksikannya

ta-da

lorong bougenville

eh fotoin dong lagi jalan bareng-bareng

mentang2 anak div. tanaman dan tata hijau

"disana aja fotonya lebih bagus"

cantik masyaallah

taman jepang

our favorite ketapang kencana

galau udah lulus langsung nikah ga ya





senyumin aja

kelaparan dan kedinginan

lucu kan lucu kan

ngarep




Terimakasih sudah menyaksikan perjalanan kami :)

Minggu, 11 November 2018

Landscape Architect



Empat tahun lamanya gue selalu bingung menjelaskan arsitektur lanskap dengan kata-kata yang mudah dimengerti ke orang-orang yang penasaran dengan jurusan kuliah ini .

"Wah bisa nih bikin desain halaman rumah?" -Kata ibu-ibu
"Coba, kalo saya mau bikin ruangan 3x3m itu biayanya berapa ya?" -Kata bapak-bapak
"Itu beda ga sama perencanaan kota?" -Kata temen-temen

Hari ini, video ini memberi pencerahan bagi gue, kalo ada yang nanya-nanya lagi

"What a landscape architect do?"

"We design natural system, and outdoor spaces"

Tsah....

Sederhananya gitu, lengkapnya tonton videonya ya!

Sabtu, 27 Oktober 2018

Selamat Hari Santri 2018


Pesantren.
Merupakan suatu tempat yang mengumpulkan berbagai macam manusia menjadi masyarakat yang homogen.

Dengan nilai keagamaan yang kental sebagai landasan aktivitas sehari hari. Gue pikir begitulah seharusnya kita hidup. Tidak menggeser fitrah kita sebagai makhluk Tuhan; menjalankan perintahnya, menjalankan kewajiban kita, atas tujuan kita hidup di dunia; ibadah.

Di pesantren berbagai macam karakter manusia, dari berbagai macam suku, dari berbagai macam budaya, dari berbagai macam lingkungan keluarga yang saaangat berbeda beda menjadi satu. Mengharuskan melakukan aktivitas yang sama, pakaian  yang serupa, ibadah yang terjadwal, belajar yang sama, pelajaran yang sama,  rumah yang sama, buku-buku yang sama. Semua begitu homogen. Tapi karakter atau sifat-sifat individunya tentu berbeda beda. Sehingga disinilah ekspresi bisa tertuang sebebas-bebasnya di dalam aturan-aturan pesantren yang semaksimal mungkin menuntun kita menggapai RidhoNya dan menghindari kita melakukan hal-hal yang dilarangNya. Disinilah masa remaja kita terasa bahagia sekaligus terkontrol dalam menghindari hal yang sia-sia. 

Gue pikir, begitulah hidup.
Semestinya.

Ketika kita semua tahu tujuan hidup di dunia adalah ibadah, maka yang harus dilakukan adalah taat. Sayangnya kita semua juga tahu, taat itu perlu kekuatan dan kesabaran. Itulah mengapa surga jaminannya bagi yang bertahan, bukan goodie bag dan make up kit dari wardah  (hadiah doorprize seminar kali ah).  

Dari pesantren, kita melihat dunia atas orientasi akhirat. Memupuk ilmu yang cukup dan tekat yang kuat.

Sayangnya, ga semua tekat itu bertahan lama.

###

Maka pada hari itu, gue kembali diingatkan.
Pagi itu tumben-tumbennya gue ke kampus pagi-pagi hampir jam delapan untuk skripsian. Sampai di bengkel ARL (Arsitektur Lanskap) gue membuka bubur ayam yang dibeli di depan alfamidi dan mulai makan. Bengkel sepi karena gatau kenapa, mungkin udah pada masuk kelas buat UTS. Tapi di samping serong kiri gue ada seorang mahasiswi, sepertinya dari jurusan lain. Gue perhatiin dia lagi membaca Qur’an sambil membuka hapenya. Ternyata ia sedang mendengarkan lantunan ayat yang sama. Lalu dia ulangi dengan mengikuti bacaannya. Surat pendek Juz 30. Dia pause videonya untuk membacanya lagi. Kemudian didegerin lagi. Perlahan-lahan dan khusyu. Dan seterusnya sampai selesai. Sampai bubur ayam gue juga abis. 

Hari itu gue kembali dingatkan gimana tekat harus membawa diri kita kemanapun melangkah. Bukan lagi soal lingkungan dimana kita berada.

Setiap manusia pasti berubah. Gue yang masih kayak gini suatu saat siapa tau bisa jadi lebih baik. Atau sebaliknya. Maka yang sudah pasti adalah hari ini. 

Maka salah satu doa yang pasti untuk hari ini

“Ya Allah, bimbing hamba.. 

dan juga....”

Mungkin tidak perlu dilanjutkan, 
karena doa diam-diam untuk orang lain akan lebih terkabulkan.

Maka, mohon doa dari kalian juga ya :)
Tapi, diam-diam saja..

Sabtu, 20 Oktober 2018

Epic Comeback

Dulunya blog ini memang dibuka buat umum.
Isinya ya, blog.  Murni blog. Apa yang dialami sehari-hari ditulis. Yang lucu, yang aneh, yang menyenangkan.

Tapi memasuki zona jarang menulis blog lagi, rasanya malah semakin ingin menyembunyikan blog ini dari dunia. Karena punya pribadi yang terbuka hanya ke orang-orang terdekat aja, jadi gue memutuskan untuk menulis hanya untuk diri sendiri.

Semakin jarang nulis, semakin gue gak berkembang juga dalam hal menyampaikan isi cerita yang enak dibaca. Maka semakin males lagi buat gue untuk melanjutkan blog ini. Dan semua tulisan hanya berakhir di draft. Padahal dari dulu sih ini siklusnya begitu begitu mulu. Vakum-nulis-vakum-nulis. Padahal ga ada yang nuntut gue untuk berhenti nulis, pun ga ada juga yang nuntut gue untuk ngelanjutin nulis. Terus kenapa berhenti? Dan lebih lagi kenapa ga mau di share?

Karena gue masih membawa diri gue yang dulu tiap buka blog dan nulis di sini. Yang  mungkin agak beda dengan gue yang sekarang. Jadi gue sendiri bingung dan labil kenapa gue aneh. Kenapa di luar lebih suka ngomong aku-kamu misalnya tapi di blog kayak gue-lu terus, eh tapi ga juga deng.
Ye apadah.

Intinya gue mau kasih tau, bahwa gue mau mulai nulis lagi. Tapi pake gaya cerita yang apa adanya dari awal gue nulis ini blog.  Bebas yekan.

Dan untuk entri-entri yang lalu, silahkan dibaca, silahkan memasuki cerita-cerita gue yang... kalo pas gue baca sekarang sih aga aga malu ye wkwk. Ternyata masih pemalu :)

Biar enak, kenalan dulu sedikit, nama gue Hafsah Faridah. Gue bikin nama sendiri karena di akta sebenernya Hapsah Faridah. Pun nama Hapsah baru dipake lagi buat administrasi dan absensi di perkuliahan. Sebelum2nya? Pake F mulu wkwk. Jadi ya, nama hanyalah nama. Kalo panggilan sih, Acoh sejak TK, dan ga berubah sampe detik ini.

Gue lahir dan besar di Depok. Anak Betawi-Jawa tapi kedua orangtua sama-sama besar di Jakarta, bagian Timur, jadi ya dapet kulturnya lebih ke betawi-betawian-yang kalo nomong sama orang tua juga pake gue lo mah bebas yang pentik asik. Wkwk.
Terus gue sejak SMP-SMA sekolah di daerah sunda, jadi agak luntur logatnya bercampur alusnya orang-orang sunda.
Punya 'rumah lain' di tempat sekolah itu, karena orang tua mendedikasikan waktunya di yayasan yang mengelola tempat sekolah gue itu, dan sampe sekarang masih disana. Jadi ya yang di Depok tetep rumah juga, tapi kalo orangtua adanya di rumah dinas itu. Ini info penting soalnya di tulisan2 yang lalu berhubungan, biar ga bingung aja.

Oiya sekarang udah kuliah di IPB jurusan Arsitektur Lanskap.
Sekian dulu perkenalannya kali ya..

Selamat datang :)

Minggu, 10 Desember 2017

Cara Hidup dengan 50.000 selama seminggu

Beneran, gue pernah melakukan hal itu demi menabung :")

Waktu itu gue butuh banget uang, tapi sekadar buat hobi gue.
Jadi ga tega kalo minta ke orang tua. 

Ya gue gabisa bayangin kalo gue minta, " Bi Hafsah mau ini butuh uang nih 700ribu hehe "
Abis itu ke-5 sodara gue melakukan hal yang sama.
700ribu x 6 = 4.200.000 total pengeluaran yang harus ditanggung ortu gue kalo permintaan anak-anaknya dikasi semua.

Jadilah gue menghapus bayangan itu dan mencoba berfikir kreatif.
Karena tugas di ARL lumayan banyak, dan otak gue belom begitu kreatif buat bisnis, maka gue harus bikin taktik sendiri.
Dan, taktik gue untuk ngumpulin duit ialah, dengan tidak mengambil uang saku gue kecuali
Rp 50.000, selama satu minggu.

Gue nggak tahu,  apakah nominal Rp 50.000 seminggu itu sebenernya hal wajar apa ngga.
Tapi menurut gue itu adalah suatu hal yang sulit, dan menantang diri gue untuk menghadapinya.
Gimana enggak, makan siang di kampus aja normalnya kalo irit  Rp 10.000. Kalo lagi gak normal bisa Rp 20.000. Kalo lagi stadium akhir paling beli kentang bego Rp 5000. Ya, sebegitu fluktuatifnya makan siang gue semenjak di IPB.

Hah? Trus Makan apa coh?

Tentu gue gak makan kentang bego satu bungkus buat makan siang sampe malem.
Selama seminggu itu, gue makan malah lumayan bergizi dan sehat.
Yang gue lakukan adalah, masak! Waktu itu pertama kalinya gue menyadari kalo kita konsisten masak pengeluaran bakal jauh lebih hemat dan beli bahan masakan adalah investasi yang menguntungkan.

Ya, itu juga karena gue masak makanan yang murah dan gampang-gampang aja.
Beras 1 liter Rp 8000
Tempe Rp 4000 (udah dapet yang gede)
Tahu Rp 3000 (dapet 5 kotak)
Telor 1/4 Rp 6000
Minyak Rp 5000
Bumbu Rp 5000
Sayuran Rp 4000
Galon Rp 5000

Totalnya 40000 dan Dari 50.000 itu gue dapet kembalian Rp 10000.
Ya, bahan makanan diatas emang gak bertahan sampe seminggu, gue harus membeli beras, sayur, atau 3T (Tempe, tahu, telor) lagi kalau habis.
Terus caranya gimana?

Gue memutar uang Rp 10.000 itu-hampir setiap hari.
Pagi-pagi jam 6 sambil jogging lucu gue iseng beli lumpia 10 buah, terus gue jualin ke anak-anak kontrakan, ternyata ludes. Ga ada yang bisa menolak godaan lumpia hangat di pagi-pagi yang lapar.
Besoknya gue beli lagi 15, abis lagi. Gue beli lagi 20, sisa 7, gue bawa ke kampus langsung abis.
Besoknya gue mengesampingkan kemageran gue untuk jualan 20 lumpia di kampus, biar pemasukannya cepet. Dan Alhamdulillah keuntungnya lumayan buat menyambung benang kehidupan.
Dan begitu sampai akhirnya gue bisa memutar uang untuk belanja bahan masakan lagi.

Tantangannya? Banyak.
Kadang-kadang gue bosen juga dengan menu 3T, jadi gue sesekali beli lauk juga.
Kadang-kadang gue capek juga masak terus tiap pagi, jadi gue puasa (Padahal kamis doang).
Kadang-kadang gue harus berusaha menahan sekuat tenaga segala godaan ajakan "Coh, makan disini yuk"
Gue iyain sih, "Ayok, tapi gue makan bekel gue ya hehe"

Sampe seminggu berlalu, gue melewatinya.
I did it.
Gue terharu karena membayangkan uang saku gue masi tidur nyenyak di bank.
Gue terharu, justru tantangan itu membuat hidup gue lebih sehat
gue pagi ga tidur lagi, dan makan masakan non mecin,  hehe.

Dan gue berfikir cara ini adalah cara yang efektif untuk gue menabung.

Tapi ternyata nga juga, minggu berikutnya gue menaikan tarif jadi 100.000 seminggu, karena gue ga kuat hehe, sekalian buat bayar beberapa uang kas.

Momen itu mengajarkan gue, bahwa sebenernya kecukupan dan kenikmatan itu bukan dari nominal, tapi dari rasa syukur. Semakin mensyukuri, maka semakin menikmati. Semakin mensyukuri semakin ingin memberi. Semakin mensyukuri, semakin kamu menghargai.

Kamis, 07 Juli 2016

DIENG - Ambilah Jatah Kuliah Selagi Masih Ada

Rasanya telat banget baru ngepost cerita ini sekarang.

Ok, kali ini adalah cerita perjalanan gue ke Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.
Siapa yang tidak suka Dieng?
Buat kalian masyarakat pulau Jawa, rasanya harus banget-setidaknya sekali seumur hidup untuk pergi ke Dieng.

Kenapa tiba tiba Dieng Coh?

Jadi, awalnya gak sengaja,
Begini ceritanya..
Waktu otu gue udah semester 3 tahun 2015 sedang mengalami sindrom stres uts selama kurang lebih 2 minggu. Semacam, efek mau ambis belajar tapi kurang motivasi gitu. Bener-bener gak ada motivasi. Ditambah dengan jadwal UTS mahasiswa ARL saat itu benar benar full. Artinya, setelah pekan UTS, besoknya langsung kuliah, ga ada waktu libur. Disaat temen-temen kontrakan udah pada liburan, gue sama Urfa masih harus berjuang dengan tumpukan buku tiap malam, saking jenuhnya kadang-kadang kalo kita lagi belajar suka buka-buka hape, main instagram. Tapi nyatanya malah bikin stres karena isinya orang-orang pada aplot foto liburan.
Suatu ketika, saat gue buka instagram tiba-tiba ada akun IG yang follow gue, sebuah akun penjual jasa tour wisata Dieng - Jogja. Disitulah gue terpana dengan pesona keindahan Dieng. Bagus bangettt!
Disitu juga gue langsung ajakin Urfa, terus ngontak Hilya (temen ngebolang dari SMA), dan ngontak Sella (partner SMA yang punya kesamaan frekuensi otak ), ya pokoknya siapapun yang bisa gue ajak saat itu.

Gue udah bujuk-bujuk dengan sekuat tenaga. Tapi ternyata gak gampang juga ngajakin orang-orang dan meyakinkan everything will be okay. Soalnya perjalanan lumayan jauh, dan, seperti kekhawatiran perempuan-perempuan pada umumnya, bahaya kalo keluyuran jauh-jauh katanya. Hwehe.

Selain mengajak mereka gue juga usaha mengajak beberapa kawan dari anak ARL, tapi sayangnya kawan-kawan yang lain gak bisa, ada yang ga yakin karena jauh banget, ada yang lagi anniv sama pacarlah, ada yang takut lagi musim hujan, ada yang ga berselera, ada yang bentrok kegiatan besar, daaan lain lain. Huft.Yaudah, harapan gue tinggal Urfa. Itu juga Urfa masih harus meyakinkan dirinya dan orangtuanya agar mereka mengijinkan. Akhirnya setelah saya yakinkan, Urfa mau. Yes yes yes. Terus besok gue coba ngajakin Salamah, dan dengan mudahnya dia tertarik join. Okesip, Niat sudah ada, kawan juga sudah ada, mari kita hadapi sisa-sisa UTS dengan tenang.

Tapi........ masalahnya adalah, kapan perginya? Gue, Urfa dan Salamah ga punya waktu libur.
Sedih.

Gamau tau.
Pokoknya harus ke Dieng.
Harus.

Alhamdulillahirobbilalamin, jadwal anak ARL hari jumat di semester 3 emang mendukung niat cabut kami. Hari jum'at cuma kuliah, ga ada praktikum, jadi bisa ambil jatah. Jadilah tersusun rencana untuk berangkat liburan 2 minggu setelah UTS dari hari Jumat sore sampe Minggu.

Langsunglah kita memulai perjalanan dari Bogor naik mobil Urfa ke Kampung Rambutan. Rezeki punya temen yang punya ortu dengan fasilitas oke. Ternyata kakaknya Urfa juga ikut. Bagus, makin rame, makin asik. Dari terminal Kampung Rambutan kita naik bis menuju Wonosobo dengan harga Rp 80.000,00.
Mini Bus Wonosobo - Dieng
Kami berangkat dari Kp Rambutan setelah sholat ashar, tapi bis berangkat sebelum magrib, jam 5 sampai jam setengah 6 lah kira-kira. Sampai Wonosobo  jam 6 pagi. Alhamdulillah perjalanan gak kerasa banget karena tinggal bobo di bis. Sampai di terminal kita beli tiket pulang ke Jakarta dulu, harganya Rp 90000. Tapi loket baru buka jam 8 pagi, huft. Abis beli tiket, langsung deh caw. Dari terminal Wonosobo naik Mini Bus untuk ke Dieng  membayar Rp20.000.

Dan setelah kurang lebih satu jam, akhirnya....

Sampai juga di Dieng! Kita sudah ditunggu oleh tour guide kita, namanya pak Rofik. Pak Rofik ini gue temukan kontaknya di akun blogger seseorang, dan gue lupa siapa, untuk itu gue ucapkan terimakasih banyak kepada mas mas blogger yang sudah berbagi kontaknya; 081391434220. Silahkan kalo ada yang mau ke Dieng untuk memakai jasa beliau. Sangat recommended. Orangnya baik dan asik.

Kebetulan, pas di terminal Wonosobo kami ketemu sama turis Malaysia, setelah ngobrol2 ternyata mereka habis ketipu sama agen tour wisata gitu. Akhirnya gue ajak bareng aja. Lumayan, makin banyak orang makin rame, makin irit pula wkwkw.
yuhuu Dieng

Gue dkk tinggal di rumahnya pak Rofik. Disana tersedia 2 kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi dengan air hangat, dan dapur. Ini sih lumayan banget. Bonus kandang ayam dan perkebunan yang luaaaas banget. Ohiya, suhu di Dieng sangat dingin. Tapi jangan khawatir, selimut di tempat pak Rofik banyak dan tebal.


Habis istirahat, langsung caw buat makan dan keliling Dieng.
Alhamdulillah karena ramean, jadi kami bisa nyewa mobil *padahaltadinyamaunyewamotor.
Sebenernya di Dieng buanyak banget atraksi pemandangan alamnya, tapi yang paling rekomen ialah Telaga Warna dan Candi Arjuna.

Dan, as my expected. Dieng I N D A H banget.
Banget. Mau musim panas atau musim hujan sama Indahnya.
Jangan khawatir kalo dateng pas musim hujan. Curah hujan di Dieng itu rendah, artinya, kalo hujan cuma sebentar dan sedikit, gerimis gerimis manja doang.
Tapi tetep, lebih baik naik mobil karena jalannanya berbukit bukit, jadi agak licin kalo naik motor.




Telaga Warna

With Malaysian

Candi Arjuna

Rumput di Candi Arjuna

candi arjuna

Dan penting banget pake tour guide yang tepat, seperti pak Rofik, dia jago ngasih tau spot-spot yang pemandangannya aduhai asyique syekalih, apalagi buat foto. Hehe.
Seharian keliling Telaga warna, Candi, dan Teater sangat cukup memuaskan.
Sorenya kami balik lagi dan istirahat siap siap buat hiking ke Gunung Prau yuhuuu.

Besoknya, jam 3 dini hari kami bangun, lalu siap-siap untuk hiking.
Sebenernya gue bukan anak yang hobby hiking atau naik-naik ke puncak Gunung.
Karena gue memiliki kesan yang ngga enak pas SMA dimana tiap lagi hiking maupun camping pasti saat musim hujan sampe semaleman gue ga bisa tidur karena hujannya deres, otomatis banyak air yang masuk.

TAPIII jauh jauh pergi ke Dieng gak lengkap kalo gak hiking ke negeri diatas awan, Gunung Prau! Dari awal kita emang ngerencanain buat ngedaki Gunung Prau. Perjalanan bakal makan waktu 2 sampe 3 jam buat ngedaki. Karena kita ngejar sunrise, dan gak berniat ngecamp, maka jadwal pendakian ialah dimulai pukul 2 dini hari. Gue gak khawatir, karena tracknya mudah, perjalanan gak begitu lama, dan pemandangannya cukup indah. Pokoknya Mt. Prau cocok banget buat kalian yang BAGB. Bukan anak gunung banget.

Ohiya, total rombongan kita ialah 8 orang. Gue, Urfa, Salamah, Mba Nisa (Kakaknya Urfa ngikut hehe), Mba2 (lupa namanya euy) asisten keluarga malaysia, om malaysia, umi (istrinya om), dan Iqa (anaknya yg seumuran sama kita). Yap, dini hari sebelum jam setengah 2 kita udah bangun dan siap siap hiking. Ternyata turis Malaysia ini niat banget, karena rencana mereka emang nge camp di gunung, jadi peralatannya lengkap sudah. Sepatu gunung, tas career, nasting, kompor portable, pop mi*, kornet, kopi, pokoknya komplit. Sementara kita, anak2 abege (mereka menyebut kita begitu ha ha) cuma pake sendal gunung, day pack – yang isinya Cuma air, alat solat, kamera, udah, selesai. Malah Mba Nisa santai banget pake gamis dan jaket bulu bulu wkwkw, cool abis. Hiking rasa princess :3.

Setelah semua clear, siap, dini hari sekitar pukul 2 lewat sedikit (gak afdol kalo gak ngaret) kita berangkat. Langit masih sangat gelap, makanya kita jalan pake senter. Cuus ngeeng. Perjalanan awal dimulai dengan melewati rumah warga, menaiki anak tangga yang baaanyak banget, dan belok belok. Kita sampe ngos ngosan. Umi apalagi, di tengah jalan umi sempet berenti. Dan om malaysia dengan setianya menuntun umi, menopang bawaannya. Setelah anak tangga selesai, selanjutnya kita menelusuri perkebunan yang luaas banget, dan gelap. Jadi gak keliatan apa apa sebenernya. Cuma suara serangga, taburan bintang, hening malam, dan semilir angin yang bisa kita nikmati lewat indera kita saat itu.

Rasanya.. damai.

Gue masih inget banget di depan gue langsung pak Rofik yang nuntun, sambil mendaki, gue bertanya, dan dia bercerita. Intinya bapak ini sangat suka mendaki, ia pernah menjuarai lomba mendaki gunung *aduh ga inget nama gunungnya se nasional. Dahsyaat, tour guide gue bukan orang sembarangan. Dari situ dia dapet kesempatan buat daki gunung Jayawijaya papua, yang kata bapaknya biayanya mahal banget, harus patungan ber 4o orang itu juga masih berjuta juta.

Singkat cerita, akhirnya kita melewati perkebunan yang kayak ga ada ujungnya dan ga ada sudutnya, (iya rasanya kayak jalan di ruang hampa. Sekeliling item doang. Tapi pas ngeliat kebelakang.. beuuh indah banget. Citylight, eh desalightnya bagus bangett, dan rumah rumah terlihat sangat kecil) mulailah kita memasuki kawasan jalur pendakian Gunung Prau. Jalur yang kita ambil bukan jalur yang curam. Tapi tetep aja ngos ngosan. Disitu pak Rofik bilang, ini belom setengahnya loh, masih jauh. WHAD, padahal tadi kayaknya udah ada embun embun kabut yang turun bawa hawa hawa puncak.

                        Dan gue mulai pegal bercerita. Wkwkwk. Apa apan ini.

Setelah kurang lebih 3 jam mendaki akhirnya sampailah kita.....

Subuh hari @ puncak prau

umi lagi solat subuh

kedinginan

Mba Nisa w/ sunrise

aslinya kalo ngecamp segini banyak orang

pose terbaik

bukit teletubbies yang sedang kering rumputnya

pohonnya bagus, jomblo jomblo lucu gitu

jalan pulang

iniloh hamparan perkebunan


Ternyata Gunung Prau instagramable banget haha.

Sepulang dari mendaki kita langsung cari makan, lalu cari oleh-oleh, dan istirahat di rumah sekalian siap-siap untuk pulang. Pulangnya naik mobil ke terminal Wonosobo. di perjalanan pulang kta mampir dulu buat makan mie ongklok. Mie khas sana yang wajib banget untuk dicoba. untungnya Pak Rofik nunjukkin mie ongklok yang enak. ternyata emang beneran enak. apalagi tiba-tiba om dari Malaysia yang bayarin :") Alhamdulillah.

Habis makan langsung caw ke terminal dan menununggu bus untuk berangkat. Gue dkk misah sama turis Malaysia. Akhirnya bus berangkat sekitar jam 5. Selama perjalanan kita main abc lima dasar tebak-tebakan nama benda. Lawas banget sih gamesnya tapi gatau kenapa seru banget. Langit mulai gelap dan suara dangdut dari tv bis mulai kencang. Lama-lama kita malah asik dengan musik dangsdut yang sebenernya annoying banget.

Itu adalah perjalanan terseru sejauh ini yang pernah gue alamin selama gue kuliah. Dari mulai ngumpulin duitnya, ketemu orang baru, mendengar cerita epik, menyaksikan sunrise langsung, kuliner yang aneh-aneh, dan lain-lain. Selain destinasi yang amazing banget, gue lebih mensyukuri tiap perjalanan yang gue dkk tempuh. Betapa nikmat yang Allah kasih tuh ga ternilai. Gue bisa berjalan, gue bisa melihat pemandangan yang indah, gue bisa mencium aroma perkebunan, dst. Gak kebayang kalo Allah cabut nikmat gue satu aja, misalnya tiba-tiba jempol tangan gue ilang. Gue susah megang, susah main abc lima dasar, susah buat selfie, susah buat suit, susah buat buka tutup botol, dll.

Gue bersyukur. 3 hari itu, gue mengambil keputusan yang tepat untuk mengambil jatah kuliah. Untuk melihat pembelajaran hidup di belahan Indonesia yang lain.



Selasa, 10 Mei 2016

Ku liah

Halo Indonesia! Selamat beraktifitas.
Dan bagi teman teman yang udah lulus di perguruan tinggi, selamat!

Selamat bertanggung jawab atas pilihanmu,
bertanggung jawab untuk menjadi mahasiswa sepenuhnya. Bukan soal dapet nilai bagus lagi, tapi lebih dari itu. Tuntutan kalian lebih besar, sebagai agent of change, iron stock, dan social control.
hah apa tuh kaa?
Itu.. ya kalian bakal tau artinya pas lagi masa orientasi di kampus kok, hehe.

Ehm, begini, yang kita hadapi bukan cuma soal tugas bejibun, waktu tidur berkurang,  ada dosen yg ga enak, atau ac di kelas rusak. Karena kalian udah memilih jalan ini -yaitu sebagai mahasiswa- otomatis rintangan kecil kayak gitu yaa.. udah kayak batu kerikil yg suka ada di nasi; kecil, telen aja. Yang kita hadapi itu lebih besar, umpamanya menghadapi masalah kebijakan impor beras atau tidak karena produksi beras lokal yang fluktuatif yang disebabkan cuaca gak menentu. (Ya maklum analogi anak pertanian) . gitu.

Atas pilihan kalian, suka gak suka, mau gak mau, balik lagi ke diri sendiri. Syukur Alhamdulillah bagi kalian yang suka dengan pilihannya. Sungut sungut yg ga suka dengan pilihannya (terus ngapain dipilih oy-,-). Yang jelas, tiap jurusan punya kesusahannya tersendiri sob.

Lantas gimana cara ngehadepinnya? Kalo udah terlanjur basah masuk jurusan itu eh ga taunya 'Zonk'?
Don't worry, keep calm and be happy :)
Ada beberapa option yg saya amati dari diri sendiri maupun dari temen temen di kampus.

1. Option pertama
Telen dan rasakan manisnya. Ini option yang saya pilih. Saya bukannya ga suka dengan juruaan yg saya pilih. Saya cuma belum siap dengan tugas, praktikum, dkk, yang ga ada abisnya. Maklum, waktu SMA saya tipe pelajar yang santai santai dan tidak memikirkan pelajaran. Pas kuliah saya mikir, ini kuliah udah susah masuknya, berat ngejalaninya, tapi mahal biayanya, gak mungkin saya mundur dong.
 So, saya tekatkan saya harus memahami setiap kegiatan perkuliahan, sayauntuk tidak menyianyiakan kesempatan yang telah diberi Allah. saya harus buktiin bahwa saya bisa dapet nilai yang bagus dan menjadi manusia yang berguna. Yang pada akhirnya motivasi ini walupmasih turun.naik, tetapi, percaya atau ngga ip saya semester 1 ialah 3.7 (gilak gilak gilakk)
Apa saya bangga? Ngga. Target saya 4 soalnya. Wkwk. Percayalah, saya ngasi tau hal ini biar kalian yang mungkin pas SMA dulunya murid biasa biasa aja bisa yakin, bahwa IP gede adalah hak milik semua orang, yang mau memperjuangkannya. Buat kalian yg mikir ip bukan segalanya, ya it's oke, emang bener sih. Tapi dapet IP kecil itu rasanya... penyesalan yg ga berujung. Yah, ngga enak banget.  Avalagi pas ditanya orang tua, yang mereka udah susah payah ngurusuin keperluan kuliah kita,  terus.. terus.. ah sudahlah.*pengalaman.

2. Pindah. Ya coba aja pindah, tapi sebelum itu fikirkan dulu, emang bakal lebih baik? Emang bakal lebih sukses? Kalo iya, silahkan pindah. Tapi inget, apa yg udah lo dapetin sekarang itu juga dipengenin ribuan org diluar sana.

3. Cari komunitas yg lo fokus disana. Di universitas itu banyak banget komunitas yg membuka banyak kesempatan. Jadi atlet? Jadi seniman? Jadi ilmuan? Apa aja yg penting berguna dan bermanfaat. Kembangin. Fokus. Biasanya menghasilkan benefit banyak juga, kayak prestasi, jelas.. penghasilan? bisa jadi! Bisnis? Gampang, asal tekuuun dan sungguh sungguh. Tapi bukan berarti kuliah ditinggalin juga, setidaknya walaupun kurang suka, tetep dijalanin dengan maksimal.

Kira kira gitu sih. Ya mungkin ada beberapa yg kurang setuju. Tapi.. Ini sudut pandang dari saya sih. Mindset saya adalah: jangan sia siain kuliah. Udah dibayar mahal, dibayar negara, dinanti masyarakat, masih mau nyepelein,?

Walapun jujur aja, saya masih suka tidur si kelas. Itupun adalah usaha maksimal saya melawan ngantuk. Kadang kadang bisa sampe pusing grgr ga kuat. Ya semoga penyakit saya ini bisa berkurang.

Sekian, selamat mencari motivasi! :)

Sabtu, 07 Mei 2016

Baca aja, mungkin berguna

Halo Indonesia!
Selamat long weekend semuanya.
Dan kamu yang duduk di akhir kelas SMA, selamat menanti nanti hasil UN.
Denger-denger UN kalian pake komputer ya?
lega sekali kalian ga harus khawatir lembar jawaban basah, sobek, lecek, atau ketumpahan air
atau males ganti jawaban karena takut kotor kalo diapus. congrats :')

Dan selamat juga karena kalian sebentar lagi akan menjadi...
mahasiswa.
Udah pake maha sob. Ya sebagian besar mungkin akan menjalani tahap selanjutnya yaitu kuliah. dan sebagian yg lainnya memilih jalan lain; tahfidz, short course, dll. dunia pendidikan itu luas kok, gak harus bangku formal aja. jangan pernah ragu buat ngambil jalan yang berbeda.
Terus lo jg kan ngambil jalan yg umum: kuliah. Ya itu kebetulan aja keterima jalur undangan. Sesimple itu.

Flashback aja, dulu gw pas bimbel untuk tes univ rasanya, itu momen saat belajar terasa ikhlas, Semangat, tapi pasrah banget sama hasilnya. Hasilnya alhamdulillah, try out pertama dapet peringkat 2 se kota subang. Dari awal bimbel cuma ngisi pilihan pertama ARL IPB sampai pengumuman snmptn. sempet gemeter juga pas buka pengumuman snmptn. Shock. gak percaya. karena walaupun gw emang pengen banget banget masuk ARL tapi gw selalu membuka mata, bahwa pilihan masih banyak, kesempatan terbuka dimana-mana. Maksudnya gw masih punya segudang rencana lain yg bakal gw lakuin kalo gw ketolak. Jadi gw rasa gw hanya harus melakukan yg terbaik, atau ganti rencana lain. Nih berikut pilahannya (Seinget gw yak).

1. kalo gw gak dapet undangan, gw mau tes sbmptn ambil arl juga
2. kalo gak dapet lagi, masih ada ujian mandiri ipb
3. kalo gak dapet jg gw mau tes ke unj tata boga, cuma karena masak itu mnurt gw menyenangkan
4. kalo gak dapet jg gw mau daftar umar usman, sekolah bisnisnya ippho santosa.
5. kalo gak dapet jg gw mau, eh tapi peluang masuk umar usman lumayan gede sih.
6. tapi kalo gak dapet jugaa hmm gw mau tahfidz
7. eh tapi kayaknya waktu itu gw belom punya motivasi tahfidz deh
8. ohiya gw mau daftar kursus di hellomotion, kebetulan gw suka banget dunia visual macem animasi, videografi, lalala.
9. terus gw juga mau daftar politenik multimedia jakarta, jurusan animasi.
10. tapi kayaknya pengen doang deh itu, soalya gw suka males gambar detail. yaelah
11. gw pengen jadi penulis dadakan juga
12. sempet jg gw berencana daftar jadi tkw ke tempat kk gw di luar.
13. dan seterusnya

Jadi gw sangat tidak khawatir atas apa yg bakal gw terima nanti. Karena itu pasti udah sesuai dengan kemampuan kita, ya ngga. Yakin aja Allah gak pernah salah ngasih jalan. Tinggal kitanya terima atau ngga.

Mimpi itu dikejar dengan usaha terbaikmu, usaha terbaik itu usaha yang melampaui batas kemampuanmu sebelumnya.
Tapi, kembalikan hasilnya sama Allah. pasrah. karena hasil terbaik itu ridho Allah.
jadi kalo udah maksimal banget usahanya tapi gak dapet gimana?
Yang jelas setahu gw, usaha keras gak bakal menghianati.

Kamis, 03 September 2015

Done!

Gw cuma mau ngaku beberapa hal.
Gw pernah ketakutan banget sampe mau nangis di perempatan Sadang tepat depan kantor polisi.

Gw dituduh.
Gw terpojok.
Gw kena karma kayaknya.

Kejadiannya malem-malem jam 10 -an tapi jalanan udah tampak s e p i. cuma ada mang-mang malam, sekeluarga anak-anak punk yang lewat, mungkin lagi ronda, dan 3 manusia kebingungan yaitu hilya, hana, dhiya.

Gw terpukul oleh tuduhan gw sendiri. Gara-gara nonton perahu kertas 2 Gw dan teman-teman keabisan bis menuju subang, menuju Assyifa kampus tercinta. Akhirnya terpaksa kita naik bis yang menuju Sadang. Gw bingung, besok UAS. Terus nasib kita gimana.

Sampe Sadang, kita bingung. Usaha mencari tebengan kenalan yang kebetulan otw ke asipa gagal. Mau dianter kerabat terdekat eh gajadi. Mentok-mentoknya kita melipir di pinggir jalan yang ada angkot. Bisa di charter katanya. Yaudahlah, Bismillah.  Kita masuk angkot danudah  siap-siap bayar mahal sambil deg-degan karena angkotnya remang-remang, ditambah supir dan keneknya creepy. sementara perjalanan bakal jauh banget. Kita  cewe cewe kecil yang masih ingin sekolah cuma bisa pasrah. ini satu satunya jalan.

Dan sebelum akhirnya kita berangkat abi gw nelfon,  "Turun sekarang dari angkot, tunggu di depan kantor polisi. Ntar Abi jemput" Sambil rada ngebentak.

Ntar abi jemput
Ntar abi jemput
Ntar Abi JEMPUT

Sadang - Subang itu kayakk... Depok-Sadang.
Akhirnya di depan kantor polisi gw merenung. Sedikit lega tapi cuma sebentar. Sementara temen-temen gw sibuk belajar buat UAS, gw sibuk ketakutan. Takut dimarahin, takut diinterogasi, takut diceramahin, pokoknya takut ketemu abi gw.

Disitu gw mulai menyalahkan diri gw. Mulai pasrah kalo nanti dimarahin. Mulai siap nerima konsekuensi apapun. Sampe akhirnya mobil tua van warna biru  tua lewat. Kemudian putar balik menuju tempat kita berlindung.

"Coh, coh, itu abi kamu" kata Dhiya "Abi kamu ketawa ketawa tuh"

Perkiraan gw salah besar. Gw masuk mobil dan abi gw gak nanya apa-apa. Gak ngomel apa-apa. Malah nyetir santai sambil ngobrol bareng temen sebelahnya. Seolah-olah baru jemput anaknya pulang sekolah. Rasanya... plong sampe gak lama kemudian gwpun tidur.

Kemudian dini hari kita nyampe asrama. Terus kita  ketawa atas kedodolan yang terjadi, mungkin kita lelah.
Tapi cerita ini kita simpen baik-baik sampe suatu saat kita janji bakal cerita ke masyarakat umum.

Sesulit apapun medanmu, biarkan hormon adrenalinmu mengalir, hingga suatu saat hidupmu memiliki cerita.

Bogor 4 Ags 2015
@ Kontrakan

read more :
http://hilyarious.blogspot.co.id/2015/08/sepercik-dosa-masa-lalu.html
http://astronaracini.tumblr.com/post/127827108872/nonton

Selasa, 21 Juli 2015

100

Ini postingan ke seratus ternyata
h o r e e e e e e e e  e e e e











































yak sekian

Sabtu, 31 Januari 2015

Owalah Racau 5

Rasanya seperti kau akan bilang
"hai (lagi)"


dan setahun kemudian aku akan jijik melihat tulisan ini
dan racau racau dibawahnya


Maka kuperjelas saja
ini bukan tentang siapa siapa







-selesai-




semua racau ditulis di KRL Bogor tadi sore, saat kereta terhenti karena ada pohon tumbang di stasiun UI

Ini Racau keberapa gw lupa

Tapi bagaimana bisa
rasa menjadi utama?


Qul Huwallahu Ahad
suara ngaji anak TPA


Lalu aku buyar
dan lupa

Racau 3

Kau. Kelabu. Tak selalu sama
Kadang kadang kau lebih kelam
Dan semakin berpijar
hingga kututup jendela rapat-rapat
bahkan tak ada udara yang masuk
lalu aku merasa sesak.



mampus ya?
ya saja
apa aku mampus?
ya saja




Bodoh, mana mungkin
ruangan ini ber-ac
tenang saja

Racau 2

Seperti hujan kemarin sore
Menguap begitu saja
Melenggang menjadi awan
dan samar saat temaram

Kau.kelabu.sama

Racau 1

Tidak ada yang menyedihkan
Hanya saja kita lupa
Bagaimana rasanya bersenang-senang

Tapi sayang
Kehilangan kali ini tak menyisakan apa apa

Kamis, 22 Januari 2015

Lirik FLY MY EAGLE - Anggun

Kau katakan hidup adalah
Perjalanan berpisah dan bertemu
Menunggu yang kau tunggu
Mencari yang tak pernah kau tahu
Kau katakan takdir kita kan bersama
Tak tinggalkan hati bila waktu pergi
Fly my eagle fly
Across the fast abandoned land
Promise you keep and you shall find your peace
Though i will not cry
You’re breaking this heart of mine
A journey without sleep
Indeed, you’re not mine to keep
Kau ingatkan selalu ada yang hilang juga yang ditemukan
Biarkanlah waktu yang kan menentukan
Heningkan ciptamu sepimu kan melayang
Fly my eagle fly
Across the fast abandoned land
Promise you keep and you shall find your peace
Though i will not cry
You’re breaking this heart of mine
This heat will turn to rain
Now the ice will melt
You say
This lonely path we choose
The only road we take
The many years we may loose
Just love that passes by
Fly my eagle fly
Across the fast abandoned land
Promise you keep and you shall find your peace
Though i will not cry
You’re breaking this heart of mine
A journey without sleep
Indeed, you’re not mine to keep
Fly my eagle fly
Across the fast abandoned land
Promise you keep and you shall find your peace
Though i will not cry
You’re breaking this heart of mine
The heat will turn to rain
And the ice will melt you say
Sepimu sudah melayang
Sunyimu telah terbang
Pulang perlahan
Sepimu sudah melayang
Sunyimu telah terbang
Pulang perlahan
Sepimu sudah melayang
Sunyimu telah terbang
Pulang perlahan
Fly my eagle fly

Minggu, 18 Januari 2015

MASA?

HIMASIBANG BACK TO SCHOOL | 13 Jan 15

Dalam perjalanan ke Assyifa, mata saya melihat, memandang keluar jendela, tetapi karena hujan jadi saya putuskan untuk makan donat madu yang baru dibeli tadi. Kemudian tidur. Lalu sampai. -_-v

Kembali saya menghirup aroma Subang yang mengembangkan senyum saya.
Saya rindu tempat ini, dan kenangan di dalamnya. Saya rindu tempat ini, bahkan saat luminous pulang ke tempatnya masing-masing. Saya ingat betul masa-masa saya berjuang tanpa mereka.. di rumah.. sedih.

Kamar saya di rumah masih seperti dulu. Tak ada yang berubah, bahkan tusuk gigi di meja belajar sepertinya tidak bergeser. Di tempat inilah saya menghabiskan rutinitas-rutinitas yang saya rindukan, menghabiskan buku-buku soal, menghabiskan sholat-sholat malam, menghabiskan dhuha, menghabiskan memandangi langit malam dari jendela kamar yang susah dibuka, menghabiskan apa saja yang bisa saya lakukan, bahkan menghabiskan kenangan yang tak sempat menjadi cerita. pffftt.

Saya ingin kembali ke masa
dimana Dia yang selalu mengisi kekosongan saya
dimana saat saya lelah, sedih, atau bahagia, Dia sumber ketenangan saya

Tapi saya yakin, sekarang ini ialah masa yang akan saya rindukan beberapa tahun kelak
:)









Sampis

HAM?
Hak Asasi Manusia
itu gembong narkoba masih bicara soal ham?
ham?

:)

hem hem.
lalat hitam, yang menempel di kulit
bukan donat, bukan choco chip.
Bukan tempe
Bukan tahu






tahi.

Sabtu, 17 Januari 2015

HIMASIBANG

Here i am.
And here i'll stay.
Mahasiswi Institut Pertanian Bogor angkatan 51

Akhirnya, ternyata, takdir saya disini. Arsitektur Lanskap IPB
takdir yang selalu saya pertanyakan saat saya bimbang, saat saya bingung dengan hasil try-out jaman SMA. Saat saya down melihat saingan-saingan. Sering kali saya pertanyakan: "Tahun depan saya dimana dan sedang apa ya Allah?"

Dan disinilah saya


lho? lho? masih di asipa?
Iya, itu foto di assyifa tapi sebagai alumni :")
sebagai bagian dari HIMASIBANG
Himpunan yang masih bau kencur yang kepanjangannya adalah Himpunan Mahasiswa Assyifa Subang

Dan saya berharap banyak dari himasibang IPB ini, lahir himasibang-himasibang lainnya yang bersatu padu membangun negri..(?)

Semoga saja